Email itu apa .?

11 11 2007

“Email itu apa sih.?” Ada seorang teman yang baru mengenal dunia komputer bertanya kepada saya. Dan itu membuat saya berpikir untuk membagi sedikit pengetahuan saya, yang mungkin berguna bagi orang yang baru memulai mengenal dunia komputer dan internet.

Buat sebagian masyarakat dunia (khususnya Indonesia) mungkin sudah tau email itu, tapi masih banyak juga yang belum tahu dan belum memanfaatkan email sebagai alternatif berkirim-kirim surat panjang atau pendek alternatif.

EMAIL : ElekronikMAIL, biasa digunakan sebagai sarana pengirimin pesan/surat panjang ataupun pendek beserta dengan attachment (lampiran) melalui komputer yang melewati jaringan internet secara F R E E atau berbayar yang bisa diterima di mana saja dibelahan bumi ini selama media penerima (komputer, PDA, SmartPhone, dll) terhubung dengan koneksi internet.

Read the rest of this entry »





VOIP ( Voice Over Internet Protocol )

3 10 2007

FREE Telepon

VoIP sederhananya adalah suara (orang) yang dilewatkan ke paket IP. Orang berbicara mesti ditangkap oleh Microphone. Microphone mengubah getaran suara menjadi listrik. Amplitudo tegangan listrik berubah-ubah ini merupakan informasi suara yang dikirimkan ke sentral telepon (telkom). Sentral telepon di ini membentuk jaringan. Lawan bicara menangkap sinyal listrik ini. Dan dengan bantuan speaker, tegangan listrik ini berubah lagi menjadi suara.

I. Posisi VoIP

VoIP ini hanya berperan “ditengah-tengah”. Artinya dalam konteks user dirumah ya tetap perlu alat yang namanya microphone dan speaker. Sebenarnya telepon rumah kita juga terdiri dari microphone (yang dibawah mulut) dan speaker (yang nempel ke telinga). Bedanya, kalau telepon rumah menyalurkan informasi suara (dalam format tegangan listrik ini) ke sentral telepon dalam bentuk sinyal analog.

II. Pembentukan Koneksi

Nah sekarang bagaimana A menghubungi B?
Pada VoIP dasarnya adalah IP address. Selama A bisa mengetahui IP address VoIP decoder B, maka A bisa men”dial” B. Bagaimana jika A tahu IP address B, tapi B tidak tahu IP Address A? Dalam hal ini A dapat men”dial” B tapi B tidak dapat men”dial” A.
Proses pembicaraan terjadi setelah proses dial. Misal A ingin berbicara ke B, maka A men”dial” B. Jika B menganggat “gagang” telepon maka B dan A kemudian berbicara.

III. Pemetaan No Dial ke IP

Pada dasarnya manusia lebih senang mengingat nomor telepon misalkan 456888 ketimbang 202.147.192.44. Oleh karena itu dalam sebuah VoIP decoder biasanya selain didefinisikan no IP yang bisa dihubingi dari luar, juga didefinisikan no telepon yang dikenal lokal oleh VoIP decoder tsb.

Misalkan sebuah VoIP decoder mempunyai 2 port analog (bisa dicolok 2 handset telepon) maka bisa saja kita set VoIP decoder tsb dengan IP 202.147.192.44 dan no telepon port 1 misalkan 4445 dan no telepon port 2 4446. Misalkan VoIP decoder ini terpasang di Kost Ibu T. Port no 1 terhubung ke handset anaknya di kamar (Amir), dan port 2 terhubung ke kamar pembantu (Susi).

Misalkan ditempat lain, pacar Amir (lagi kuliah di Jerman bernama Ane), memiliki PC
Multimedia (ada microphone dan speakernya), mau menghubungi Amir. Katakan IP PC Ane: 60.1.34.5 dan nomor analognya 6666. Maka Dengan software netmeeting (sebagai VoIP Decoder) Ane dapat men”dial” no 4445 (asal mengkonfigure IP VoIP Decoder ibu T di neetmeeting).

Cara sebaliknya juga sama. Jika Amir ingin menghubungi pacarnya Ane, dia perlu tahu IP Ane, dan nomer analognya.

Anggap Amir tahu, maka amir akan mengeset di VoIP decoder ibu T bahwa untuk no 6666 konek ke IP 60.1.34.5. Dalam hal ini terjadi “pemetaan” no telepon analog ke no IP.

Intinya dalam mekanisme VoIP terjadi pemetaan dari no analog ke no IP, saat user akan
melakukan dial.

IV. Gatekeeper

Nah, sampai disini Amir sangat senang karena pacarnya dapat diapelin dengan biaya murah. Sampai kuping panas deh! Belakangan Ane memberitahukan bahwa ada teman-temannya dia di Jerman dan Swedia yang juga ingin ngobrol-ngobrol dengan Amir. Kangen dengan informasi di Indonesia katanya.

Amir kemudian dikasih list oleh Ane: VoIP dekoder untuk:

Sari 60.1.34.6 no 98763
Hamzah 198.3.4.1 no 7644563
Susan 45.3.56.2 no 543

AAA xx.xx.xx.xx no yyyy
BBB pp.pp.pp.pp no qqq
CCC rr.rr.rr.rr no tttttt

Amir jika menghubungi Sari, harus membuat pemetaan dulu di VoIP Decodernya. Demikian juga dengan Hamzah, ditambah lagi konfigurasi pemetaan di VoIP Decodernya. Demikian juga Susan. Lama-lama Amir capek juga, gimana kalau gue mau menghubungi 1000 orang? Apakah gue harus mengentri pementaan untuk 1000 orang tsb di VoIP decoder gua? CAPEK KAN!!!!

Disinilah muncul alat yang namanya gatekeeper, yaitu suatu alat yang berisi database pemetaan IP dengan no telepon analog. Jadi semacam mIRC server gitu.

Caranya? Amir kasih tahu Susan, Sari, Hamzah, dst untuk mengkonfigure VoIP decoder
mereka, agar untuk pemetaan IP ke no analog “tembak” saja ke satu gatekeeper. Demikian juga Amir buru-buru merubah konfigurasi VoIP decodernya untuk “bertanya” ke gatekeeper.

Nah sekarang, jika Amir ingin menghubungi Sari, dia tinggal tekan di handsetnya 98763. Apa yang terjadi? VoIP Decoder Amir, langsung bereaksi, dia tanya ke gatekeeper: “berapa IPnya no 98763?”. Gatekeeper menjawab “60.1.34.6″. Berbekal informasi ini VoIP decoder Amir membentuk VoIP connection ke no IP yang diberikan gatekeeper tsb.

V. Penutup

Jadi perlu apa dong, untuk main VoIP dirumah? Intinya perlu VoIP decoder + koneksi ke
Internet. Apa saja VoIP decoder? Ada yang berbasis PC, dan ada yang appliance (set top box). Yang PC, itu pakai software gratis / FREE Netmeeting, yang appliance macam2x, bisa pakai Planet, Cisco, dsb.

-diambil dari Ilmukomputer.com ‘Rafdian Rasyid‘-.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.